Sukseskan diri dengan pelatihan MHMMD

 

Merencanakan MASA DEPAN seperti kita merencanakan untuk mendirikan sebuah RUMAH. Sebelum rumah itu dibangun, kita harus tahu bagaimana bentuk akhir rumah secara jelas dan detail. Dengan memiliki perencanaan yang matang, HIDUP akan menjadi lebih terarah dan tertata dengan baik.

Lalu bagaimanakah DESAIN BANGUNAN MASA DEPANMU? Apakah sudah tergambar dengan baik dan jelas? Kalau sudah bagaimanakah langkah-langkah untuk membangunnya

Dapatkan semua jawaban pertanyaan di atas dengan mengikuti:

***MHMMD (Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan) Training***

11 Desember 2011
08.00 s.d 17.00 WIB

Auditorium PPSDMS Nurul Fikri
Jl. Lenteng Agung Raya No.20 Jakarta Selatan 12640

.:|INVESTASI|:.
Rp 250.000,-
PROMO BARU per 5 Desember 2011:
Setiap Pendaftaran tiket Rp 250.000 mendapatkan GRATIS 1 buah buku MHMMD senilai Rp 50.000,-.

Promo sebelumnya:
Daftar 4 orang GRATIS 1 orang (gratis 4 buah buku MHMMD senilai RP 50.000)

.:|Fasilitas|:.
Training Kit, Coffe Break, Makan Siang, Setifikat

.:|Trainer|:.
#Bunda Marwah Daud Ibrahim (Founder MHMMD, Presidium ICMI Pusat)
#Fahrizal Muhammad (Trainer Senior MHMMD)
#Siti Soraya (Trainer MHMMMD)

.:|MATERI TRAINING|:.
Etape I: Mengenal Potesi Diri
Etape II: Mencari Peluang
Etape III: Mengelola Hidup
Etape IV: Merencanakan Masa Depan

.:|METODE TRAINING|:.
Pelatihan MHMMD terdiri atas 3 proses utama: Perubahan pola pikir (mindset ) dan karakter, pembiasaaan dan berbagi kisah sukses. Tiga proses ini berlangsung dengan peserta sebagai tokoh utama dan sentral. Setiap peserta mendapat kesempatan berbicara dan kesempatan di dengar baik dengan pasangan, di dalam kelompok maupun di kelas. Setiap peserta aktif berfikir, menulis dan berbagi serta melakukan bergai jenis aktivitas di dalam kelas.

.:|BUKU MHMMD|:.
Tersedia Buku MHMMD karya Dr. Marwah Daud Ibrahim
Terbit tahun 2003, 125 hal uk 15,7 x 23,7 cm
Harga Rp 50.000,-

.:|PENDAFTARAN|:.
1. Lakukan Pendaftaran di https://docs.google.com/a/ppsdms.org/spreadsheet/viewform?formkey=dEdLaGtlbHY0YTRWbnc4R1JxRThVU0E6MQ
2. Transfer biaya pendaftaran ke rekening Yayasan Bina Nurul Fikri
#BCA 421 3020 903
3. Lakukan Konfirmasi Pembayaran di http://ppsdmslc.org/?page_id=171

Konfirmasi pembayaran ke Kontak Person di bawah

.:|KONTAK PERSON|:.
Herry : 0857 1792 6061 | PIN BB : 30E465F6
Adi Wahyu Adji : 0856 7877 037 | PIN BB : 27B882EA

ORGANIZED BY:
===============================
PPSDMS LEADERSHIP CENTER
Jl. Lenteng Agung Raya No.20, Jakarta, 12640
Telp: (021) 7888 3828 | Fax: (021) 7888 3829
Email: ppsdmslc@ppsdms.org
Website : http://ppsdmslc.org/
===============================

Info Training :
http://ppsdmslc.org/?page_id=2

Jadwal Training :
http://ppsdmslc.org/?page_id=15

Event Facebook dan Testimoni:
https://www.facebook.com/event.php?eid=139941519429110
http://leadershipcenter.ppsdms.org/?page_id=149

Video: The Power of Planning – Dr. Marwah Daud Ibrahim
http://www.youtube.com/watch?v=nah8MXnHBwk&feature=youtu.be

Galeri Foto:
http://www.flickr.com/photos/mhmmd/sets

.:|TESTIMONI|:.

“Training MHMMD membuat saya optimis tentang masa depan. Saya percaya dengan mengelola hidup dan merencanakan masa depan, hidup kita akan menjadi lebih bermakna, terarah dan tidak sia-sia. Training MHMMD memberikan saya kesempatan tidak hanya untuk bermimpi tapi bergerak selangkah demi selangkah untuk meraih impian.”
-Avina Nadhila Widarsa (Ketua KSM UI tahun 2010-2011)-

“Menurut saya MHMMD adalah pelatihan yang mencerahkan, sebuah panduan untuk meraih cita-cita dan impian dalam hidup. MHMMD telah membuka jalan lahirnya karya-karya monumental”
-Anton Eka Sakti (Asisten Manajer CIMB Niaga Syariah)-

“Bagi saya, training MHMMD adalah training yang luar biasa yang mampu mengubah pola pikir keterbatasan menjadi semangat membangun peradaban, MHMMD terbukti membuat hidup saya lebih terarah untuk menggapai impian dan satu per satu impian itu tela terwujudkan. MHMMD jalan untuk meraih kesuksesan.”
-Deden Amwar (Ketua BEM FE UNPAD tahun 2010-2011)-

“Mimpi, tujuan hidup, potensi diri, potensi alam, perencanaan dan langkah-langkah aplikatif menggenggam masa depan cemerlang, semua diramu dan dikemas dalam bingkai yang manis dan balutan kemasan yang memaksa kita ingin melewati semua sesi sampai usai. Karena MHMMD adalah sebuah kebutuhan”
-Faisal (Owner Klinik Herbal www.waroeng-sehat.com)

“MHMMD adalah proses memerdekakan manusia dari keterkungkungan sejarah. Kita merdeka menentukan jadi apa, melakukan apa, dan mau kemana, tentu dengan semangat transendental yang objektif dan murni”.
-Luthfi Hamzah Husin (Presiden BEM KM UGM tahun 2010-2011)-

“Training yang sangat dibutuhkan oleh orang yang ingin menemukan jatidiri dan oleh siapapun yang ingin menemukan potensinya lalu melejitkan potensi tersebut. Training ini memberikan sudut pandang yang fresh dalam menilai suatu kesuksesan dan cara meraihnya.”
-dr. Hengki Ferdianto (Dokter Umum RS Meilia Cibubur)-

Ditulis pada Campus Activities | Tinggalkan Komentar

Itulah Aku

Ada suatu masa dimana titik terang masalah menimbulkan kegelapan di tempat lainnya. Peristiwa ini bisa terjadi bilamana dua hal atau lebih menjadi prioritas secara subjektif. Itulah yang aku rasakan.

Suatu kebijakan baik akan berdampak buruk jika tidak tepat momentumnya. Keburukan itu tidak hanya dapat terjadi dengan pihak yang terikat kebijakan, melainkan dapat pula mengenai pihak ketiga. Itulah yang aku alami.

Memahami seseorang ternyata tidak bisa hanya dengan prasangka baik. Memahami itu terjadi setelah mengenal. Mengenal pun tidak sekedar tau. Itulah yang aku sesali.

Kelembutan seseorang tidak bisa dilogika. Namun menangis dapat menjadi indikasinya. Hati-hati dalam bersikap. Itulah yang aku perlu lakukan.

Rahasia itu memang perlu dijaga. Tapi keterbukaan jauh lebih baik adanya. Walau terkadang hati yang menjadi korban. Itulah yang aku sadari. 

Keajaiban memang menakjubkan. Hadir tanpa disangka-sangka dan membahagiakan banyak orang. Namun ikhtiar jauh lebih indah terasa. Itulah yang aku usahakan.

Itu ….. aku.

 

Ditulis pada Uncategorized | 1 Komentar

(Sungguh) Tidak Sekedar BSO

amanah pembinaan untuk maba jatuh pada pundak ini di awal mei lalu.
tidak kurang dari 3000 kertas putih hadir dan diperebutkan untuk mengisinya.
bila salah sedikit saja, fatal akibatnya.
Dzolim kepada maba,kepada ortu yang menyekolahkan mereka,kpd rakyat yang mensubsidi biaya mereka….

Semakin mendalam memahami semakin terlihat kondisi dakwah kampus di ITS. terlihat satu per satu bagiannya
tekanan yg terjadi kepadanya
melihat kerelaan perusakan karakter demi menjaga izzahnya
dari rangkaian kejadian yang ada, mentoring pun akan tiba pada masanya
kewajiban benar-benar terlihat jelas mengantri dalam loket waktu
bahkan banyak diantaranya yg tdk mendapatkan tiket
satu per satu tiket itu tersusun menjadi plan
plan yang padat dan penuh antrian dari kewajiban yg lainnya

Itu lah mengapa satu waktu melesat dapat merusak antrian kewajiban yang ada
BPM menjadi lini yang memiliki inti dan kulit sendiri
oleh karena itu, seakan terjadi pertaruhan
legalitas, pendanaan
hilang atau tetap menjadi tantangan tersendiri
dalam hati ini “tahun ini (mungkin) tahun kenikmatan terakhir”
….

Ditulis pada Campus Activities | Tinggalkan Komentar

Rakyat Indonesia Rindu Engkau Berpidato Seperti Itu Sebagai Presiden

Saya baru tersadar bahwa bapak Susilo Bambang Yudhoyono memiliki kemampuan berpidato dengan sangat baik. Aura dan semangatnya dapat sampai diterima oleh para pendengar. Sayang seribu sayang, pada pidato tersebut, beliau bukan sebagai Presiden RI melainkan Dewan Pembina Partai Demokrat yang membuka Rakornas partainya pada tanggal 23 Juli 2011 kemarin di Sentul, Bogor.

“Saya akan berdiri didepan untuk menghadapi masalah ini”

Kalimat tersebut benar-benar berenergi. Terasa aura dan semangatnya kepada para pendengar. Terlukiskan seorang bapak yang berada digaris depan untuk menyelesaikan badai permasalahan rumah tangganya. Sungguh sangat luar biasa. Namun, saya lebih merindukan kalimat dan energi itu keluar ketika satu per satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) disiksa dan hilang nyawanya. Membayangkan seorang bapak bangsa, orang nomor satu di Indonesia berdiri di barisan terdepan untuk menyelesaikan permasalahan TKI walau ternyata lebih terpilih air mata daripada kalimat heroik tersebut.

“Nila setitik rusak sebelanga.” dan “Hanya karena sebagian kecil kader, jutaan kader dirugikan.”

Dua kalimat tersebut disampaikan dengan kuat dan benar-benar tegas. Sangat terlihat keinginan seorang bapak yang berusaha menjaga martabat rumah tangganya. Namun saya rindu orang yang dipercaya memimpin Indonesia untuk yang kedua kalinya ini mengatakan kalimat tersebut sebagai seorang Presiden dengan mengganti kata kader menjadi rakyat Indonesia.

“Hanya karena sebagian rakyat Indonesia, jutaan rakyat Indonesia dirugikan.”

Begitulah kiranya kalimat yang saya rindukan. Kalimat yang memiliki kekuatan dan ketegasan yang sama yang ditujukan kepada para koruptor, dan kepada mafia-mafia elit di negeri ini. Saya yakin tidak hanya jutaan bahkan dapat mencapai ratusan rakyat Indonesia yang tenang dan tentram hatinya lantaran presidennya tegas dan lugas memerangi korupsi.

“Saudara Nazaruddin kembalilah ke Indonesia”

Kalimat tersebut begitu lembut dituturkan. Bagaikan seorang bapak yang memohon putranya kembali ke rumah. Namun, sekali lagi, saya merindukan kalimat tersebut terucap oleh seorang Presiden bukan seorang Dewan Pembina Partai. Seorang Presiden yang menyebutkan satu per satu nama-nama anaknya (baca: rakyat Indonesia) yang diduga korupsi yang kini tinggal bebas di luar negeri.

“Salahnya besar hukuman berat, salahnya sedikit hukuman kecil”

Kalimat yang membuat dahi ini berkerut dan bertanya. Benarkah? Lalu apakah itu artinya maling ayam yang dilakukan oleh dua anak berusia 13 tahun, dibandingkan orang yang korupsi ratusan bahkan miliaran juta memiliki hukuman yang lebih rendah? Tapi mengapa ancaman hukuman sampai 3,5 tahun penjara, sedangkan koruptor pun ada yang menjalankan hukuman penjara dengan waktu yang sama seperti pencuri ayam tersebut. Kalimat diatas tadi benar-benar mebuat kepala saya geleng-geleng dan mencoba berucap aamin sebagai tanda doa.

“Saya mencintai kader Partai Demokrat sebagaimana saya mencintai rakyat Indonesia”

Sontak mendengar kalimat ini air mata menetes. Timbul rasa cemburu yang sangat dalam, terasa terluka hati ini akan kalimat tersebut. Saya sebagai rakyat Indonesia tidak pernah mendapat pidato yang begitu menggebu dan penuh semangat dari bapak rakyat Indonesia, Presiden, sedangkan anggota partainya mendapatinya. Saya sebagai rakyat Indonesia lebih sering mendengar keluh kesah dari kepala negara ini daripada kalimat optimisme penuh ketegasan dan keberanian, sedangkan anggota partainya mendapatkannya. Sungguh saya sangat cemburu mendengar kalimat tersebut.

Ditulis pada Campus Activities | Tinggalkan Komentar

Rajutan Mimpi untuk Sekolah Mentor

Sekolah mentor adalah sarana untuk meningkatkan kualitas mentor. Sarana ini dibuat seperti sekolah dikarenakan memiliki kurikulum, dan system kegiatan yang khusus. Kegiatan sekolah mentor layaknya kegiatan sekolah pada umumnya, memiliki kegiatan belajar mengajar, terklasifikasikan ke beberapa kelas, dan tedapat evaluasinya. Sekolah mentor ini hadir sebagai solusi pembinaan mentor yang belum berkelanjutan.

Mimpi besar yang ada adalah mentor memiliki pembinaan yang berkelanjutan, mentor memiliki rasa sense of belongings terhadap mentoring, dan pengelolaan mentor dilakukan dengan pemberdayaan mentor itu sendiri.

Mentor memiliki pembinaan yang berkelanjutan

Hingga saat ini, pembinaan mentor hanya diperuntukkan untuk mentor baru. Ini bukan merupakan design dari pengelola mentoring, melainkan dampak yang ada dikarenakan materi pembinaan yang relative sama dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan mentor lama yang notabene telah mengikuti kegiatan pembinaan tersebut tahun lalu enggan mengikuti pembinaan kembali ketika tetap menjadi mentor ditahun berikutnya.

Model pembinaan yang diusulkan, sekolah mentor berdurasi satu semester disetiap tingkatannya. Apabila seseorang menjadi mentor disemester tiga, ia mengikuti pembinaan di kelas satu, dan diakhir semester tiga terdapat evaluasi dari pembinaan yang diikuti selama ini. Di semester empat dibuka pembinaan kelas dua dengan system yang sama namun kurikulum yang berbeda. Pasca pembinaan selam satu tahun ini diharapkan peserta pembinaan tersebut dapat menjadi pengelola mentor ditahun berikutnya. Model seperti ini diharapkan mampu menopang BPM selaku pengelola mentoring dalam mengelola mentor.

Mentor memiliki rasa sense of belongings terhadap mentoring

Amanah pelaksanaan mentoring jatuh kepada JMMI yang kemudian pengelolaannya diserahkan kepada BPM. Kondisi saat ini adalah rasa kepemilikan mentoring belum dirasakan oleh seluruh stakeholder dari mentoring itu sendiri, bahkan rasa itu belum muncul di para mentor yang memiliki peran sangat strategis dalam pelaksanaan mentoring.

Sistem yang diajukan dalam sekolah mentor adalah diberlakukannya system Kegiatan Pasca Pelatihan (KPP) dalam sekolah mentor. KPP diberlakukan setelah mengikuti satu tahun sekolah mentor. Selain itu, diadakannya forum akbar mentor yang menjadi wadah diskusi mentor dimana forum tersebut masuk dalam salah satu sesi sekolah mentor. Diharapkan dengan adanya inovasi ini dapat menumbuhkan sense of belongings mentor terhadap keberlanjutan mentoring.

 

Pengelolaan mentor dilakukan dengan pemberdayaan mentor itu sendiri

Pemberdayaan mentor yang dimaksud disini adalah mentor terlibat dalam proses kaderisasi mentor baru. Ditumbuhkan tanggungjawab moral kepada mentor akan generasi mentor mendatang. Pemberdayaan mentor ini dapat berjalan lancar apabila penanaman sense of belongings kepada mentor berjalan sukses. Dengan kata lain, pemberdayaan merupakan dampak dari keberhasilan sense of belongings mentor. Pemberdayaan mentor juga menjadi solusi atas terbatasnya sumber daya manusia dalam proses rekrcuitment mentor.

 

Besar harapan sekolah mentor dapat menjadi solusi efektif untuk mencetak system dan mentor berkualitas. Dari sekolah mentor ini lah terbentuk komunitas besar kebaikkan di ITS. Komunitas yang kemudian akan mengubah pola hidup mahasiswa ITS kearah yang lebih baik.

Ditulis pada BPM 1112 | 14 Komentar

Awal Cerita Kerja Praktek (KP)

“eh mau KP  dmn?”

“Aku mau di Che***n, tapi bingung juga, karena dapat tawaran di To**l”

“Klo aku di Per****na. Eh ada tawaran di Fre***rt tuh”

“Klo kamu mau KP dimana san?”

Percakapan diatas sering terjadi disekitar 4-5 bulan yang lalu. Menentukan tempat, dan mencari pasangan menjadi perbincangan hangat ketika itu. Saya pribadi tidak begitu tertarik dengan perbincangan tersebut terlebih bila pembahasan kearah industri dan perusahaan asing.

Kerja Praktek (KP) menurut saya sebagai upaya untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari ruang-ruang dan lab-lab di kampus. KP menjadi pemutus nyamannya mimpi mahasiswa yang hidup dalam dunia kampus, dan mengajak memahami dunia nyata. Dengan dasar itu, saya lebih memilih lokasi KP dimana saya dapat mengeksplorasi seluruh ilmu yang saya punya. Secara sederhana kalimat yang lebih banyak akan keluar ketika KP adalah “seharusnya seperti ini” bukan “oh, ternyata seperti ini”.

Penentuan Lokasi

Saya termasuk cukup selektif dalam memilih lokasi keja praktek. Untuk memenuhi keinginan saya yakni eksplorasi ilmu yang telah didapatkan, saya pun tidak ingin bila ilmu ini hanya dirasakan oleh saya pribadi. Syarat lokasi KP pun bertambah menjadi lokasi KP yang menginginkan saya bukan saya yang menginginkan lokasi KP tersebut. Dengan bertambahnya syarat tersebut, semakin hilang dari pikiran saya perusahaan dan industri terkemuka.

Pada suatu hari, salah satu dosen mencari saya yang kemudian kebetulan bertemu di depan lab jurusan lantai satu. Beliau menjelaskan secara singkat bahwa ada perusahaan daerah yang butuh anak TL disana, dan mengerti Epanet (software jaringan pipa). Info lebih lengkap saya dapatkan ketika saya menemui dosen tersebut di ruangannya, lokasi hingga permasalahan disana. Tanpa pikir panjang (karena memang sudah memenuhi syarat yang saya berikan) saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Proses pencarian pasangan, proposal, hingga diterima secara resmi melalui surat dari perusahaan daerah tersebut dilalui tanpa halangan yang berarti.

Keberangkatan

Berdasarkan proposal yang dibuat, jadwal KP dimulai dari tanggal 1 Juli 2011. H-2 hari mendapat kabar dari teman satu tim yang sudah dilokasi terlabih dahulu bahwa hari pertama KP ditunda menjadi hari Senin tanggal 4 Juli. Mengetahui kabar tersebut, saya menyambut dengan gembira. Pasalnya, masih banyak agenda-agenda yang perlu ditunaikan sebelum berangkat KP. Mulai dari syuro-syuro, koordinasi, hingga harus ke ke rumah saudara di Malang (ada titipan dari orangtua). Plotting jadwal pun saya lakukan untuk menghindari kelupaan dan ketidakdisiplinan waktu. Alhamdulillah agenda-agenda besar dan penting dapat ditunaikan walau akhirnya harus mengkonversi waktu istirahat ke waktu dalam perjalanan.

Agenda-agenda kampus  saya coba selesaikan hingga hariJum’at tanggal 1 Juli. Hari Sabtu, saya meluncur ke rumah saudara di Malang dan bermalam disana. Hari Minggu siang saya sudah kembali di Surabaya, dan baru mempersiapkan perlengkapan KP untuk keberangkatan nanti malam. Saya berangkat KP menggunakan fasilitas transportasi kereta api. Keberangkatan kereta dari stasiun pada pukul 22.30 dan waktu tiba ke lokasi tujuan pada pukul 05.30. Pada pukul 07.30 diri ini harus sudah ada di kantor. Hampir saja hari pertama KP gagal total hanya karena ketidaktahuan saya harus turun di stasiun apa. Saya tidak pernah terpikirkan bahwa stasiun di kota yang saya tuju memiliki lebih dari satu stasiun.

“Maaf pak, ini stasiun apa ya?”

“Ini Karang Asem mas.”

“Kalau stasiun Banyuwangi berapa lama lagi ya?”

“Lho, mas mau turun di stasiun mananya? Ini (Karang Asem) Banyuwangi, atau turun di stasiun Banyuwangi Baru?”

Seketika itu saya bingung dan mulai panik. Keberangkatan meninggalkan stasiun Karang Asem sudah diumumkan. HP tidak memiliki pulsa telepon, dan yakin bila sms teman saya yang sudah di Banyuwangi, kereta sudah berangkat sebelum sms itu dibalas. Tanpa keyakinan yang mantap, saya turun di stasiun Karang Asem, entah menjadi pilihan yang benar atau tidak. Sambil melihat kereta yang saya naiki meninggalkan stasiun, saya kirim sms ke teman saya, menanyai lokasi stasiun yang tepat.

Karang Asem ataukah Banyuwangi Baru?

Ditulis pada Campus Activities | 2 Komentar

Pengukuran Titik dan Garis dengan GPS 60 CSx

Pengertian objek titik dilapangan sangat relative tergantung dari skala peta yang diinginkan (contoh suatu desa dapat berupa titik pada peta skala 1:1.000.000, suatu rumah/bangunan dapat berupa titik pada peta skala 1:25.000, suatu tiang listrik dapat berupa titik pada peta skala 1:500). Pengukuran penentuan posisi titik di lapangan seperti tiang, bangunan, jembatan menggunakan GPS Navigasi dapat dilakukan sebagai berikut :
1 Persiapan peralatan

  •  Receiver GPS Navigasi
  •  Formulir ukuran.

2  Pengukuran di lapangan

  • Datang ke lokasi objek titik yang akan diukur (kondisi terbuka).
  • Hidupkan alat.
  • Tunggu beberapa saat (setelah keterima 4 satelite), akan muncul informasi koordinat.
  • Catat atau rekam ke memori (Waypoint) dengan cara : Tekan tombol MARK.
  • Menggunakan tombol Rocker pilih Avg/rata-rata, dilanjutkan dengan menekan tombol   Enter, setelah Estimated Accuracy terpenuhi misalnya 2 meter, tekan tombol Enter. Kalau perlu beri nama titik pada baris paling atas. Pindahkan kursor ke tombol Ok selanjutnya tekan Enter.
  • Sebaiknya catat no urut Waypoint dan nilai koordinat di formulir survey dan lengkapi juga dengan keterangan objek yang diperlukan.
  • Lakukan hal yang sama untuk titik lainnya.

 Pengukuran Posisi/Koordinat Objek Berbentuk Garis di Lapangan

Pengertian objek garis di lapangan dapat berupa jalan, garis keliling kebun sungai, saluran irigasi dan lain – lain. Pengukuran penentuan posisi objek garis di lapangan dapat dilakukan sebagai berikut :
Persiapan peralatan :
1 GPS GARMIN
2 Formulir ukuran
Pengukuran Koordinat di Lapangan

  •  Datang ke titik awal jalan yang akan diukur.
  •  Hidupkan alat (tekan tombol ON).
  •  Tunggu beberapa saat (setelah keterima 4satelite), akan muncul informasi koordinat.
  •  Tekan tombol PAGE beberapa kali sampai muncul halaman Main Menu.
  •  Meggunakan tombol Rocker, pindahkan kursor ke Tracks, diikuti dengan menekan tombol Enter.
  •  Menggunakan tombol Rocker pilih Setting, isikan: Isikan Wrap When Full, Record Methode : Distance; Time atau Automatic, Interval : 0.01 km utk Distance, 10 second utk Time, Selesai mengisis parameter ukuran, tekan tombol QUIT.
  •  Isikan option Track Log : ON (pindah kursor ke ON dan tekan Enter).
  •  Mulai jalan mengikuti jalan yang akan diukur, sampai akhir segmen jalan yang hendak diukur posisinya.
  •  Setelah selesai sampai di ujung jalan, set Track Log pada option menjadi OFF (pindahkan kursor ke OFF tekan Enter).
  •  Catat data atribut/keterangan seperti nama saluran irigasi, jalan, kelas jalan dll.
  •  Lakukan tahapan tersebut diatas auntuk segmen berikutnya.
  •  Perhatikan % memory alat (kalau sudah 95% disimpan) dengan cara pindahkan kursor ke SAVE diikuti Enter.
  •  Kemudian klik yes Enter bila muncul pertanyaan Do you want to save the entire track?.
  •  Isikan nama file atau menggunakan nama file otomatis berdasarkan tanggal-bulan-tahun dan sesi pengukuran contoh 01-Aug-08.
  •  Alat Receiver GPS ini (sebelum ditambah memory internal) maksimal bisa menyimpan sampai 20 file tracks
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar