Menjadi Mahasiswa di Universitas Kehidupan


Belajar adalah untuk kemanfaatan bagi alam semesta. Dalam melakukan proses pembelajaran, jangan terbagi-bagi dalam periode pembelajaran, karena setiap periode bersifat saling melengkapi. Ijazah yang diperoleh setelah selesai menempuh pendidikan hanya sebatas bukti kompetensi (hard skill), namun hard skill saja tidak cukup untuk menunjang kehidupan di dunia kerja. hard skill perlu diimbangi dengan soft skill dan soft skill dapat diperoleh melalui berorganisasi. “IPK bagus dan aktifis, dua-duanya bisa dicapai,” jelas bapak Imam Mustofa (direktur kemahasiswaan Universitas Airlangga).

Memahami nilai seseorang berarti membahas karya atau kontribusi. Bapak Imam menjelaskan bahwa orang yang kaya bukanlah orang yang menumpuk harta melainkan orang yang seberapa banyak memberikan sesuatu kepada orang lain. Dengan senantiasa terus memperbaiki diri, membuat hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, menjadi yang terbaik hanya salah satu efek samping, bukan tujuan.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan kehidupan. Bapak Imam menyebutnya universitas kehidupan. Universitas Kehidupan memiliki empat prinsip yang perlu dilakukan oleh mahasiswanya, diantaranya:

  1. Semua tempat adalah ruang kuliah atau ruang laboratorium kita. Titik tekan pada poin pertama ini adalah bagaimana cara seseorang dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa.
  2. Semua orang bisa menjadi guru kita. Guru pada universitas Kehidupan ini tidak terbatas pada status dan usia seseorang. Mulai dari rektor hingga petugas kebersihan dan mulai dari yang tua hingga yang paling muda merupakan guru di universitas kehidupan ini.
  3. Semua masalah adalah mata kuliah kita. Mindset orang terhadap masalah harus diarahkan bahwa masalah merupakan metode pendidikan dari Allah SWT. Allah SWT telah menjanjikan bahwa semua masalah yang diberikan kepada seseorang telah disesuaikan dengan kemampuan orang tersebut untuk menyelesaikannya.
  4. Kurikulum dibuat sendiri. Setiap mahasiswa di Universitas Kehidupan ini membuat kurikulum sendiri berupa road map kehidupan. Road map ini berisi tentang cita-cita, rencana aktivitas, dan strategi pencapaian dari cita-cita tersebut.

Prinsip membuat road map:

  • Membuat perencanaan.
  • Mengisi perencanaan tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan komposisi hard skill dan soft skill.
  • Jangan berhenti di kertas maupun di hati namun harus dilaksanakan.
  • Evaluasi secara berkala.

Bapak Imam Mustofa memberikan beberapa tips dalam menanggapi road map yang telah dibuat. Ketika kegagalan datang melanda maka bersyukur dan yakinlah bahwa Allah adalah konseptor terhebat. Beda orang sukses dan orang gagal adalah orang gagal lebih cepat menyerah sedangkan orang sukses belum menyerah hingga berhasil. Pencapaian orang sukses ibarat orang mencari kartu As dalam tumpukan kartu remi, tambah Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga ini. Di akhir penyampaiannya, beliau memberikan tiga tips meyakinkan orang tua terhadap perbedaan road map yang telah dibuat, diantaranya:

  1. Buat persepsi dalam diri anak bahwa orangtua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
  2. Pahamilah bahwasanya orangtua lebih memiliki asam garam kehidupan daripada sang anak.
  3. Bersikap terbukalah karena anak hanya memiliki wawasan lebih fresh yang berbeda dengan orangtua.

2 thoughts on “Menjadi Mahasiswa di Universitas Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s