Sesaat berucap Alhamdulillah,tak terhenti beristigfar


Awal bulan kelima di tahun 2011 ini menjadi titik nadir ku untuk melangkah kedepan. Majlis Akbar (MA) membuat putaran roda hidup ku berubah. Kuyakini berkah Allah swt hadir dalam majlis tersebut. Tidak pantaslah hamba yang lemah ini menolak titah Sang Pencipta. Titah yang menyadarkan ku bahwa istigfar ku sangat kurang.

Duduk berempat secara berdampingan, dengan menggunakan jaket baru lembaga, menghadap keseluruh peserta MA, dan mendengarkan keputusan yang sedang dirangkai kalimatnya oleh koordinator tim formatur, hati ini tidak lepas dengan beristigfar kepadaNya. Semakin terpacu melafalkannya ketika mendengar sahabat disamping kiri ku melakukan hal yang sama. Tepat sesaat tersebut nama sahabat disamping kanan ku disebut, secara spontan kalimat syukur alhamdulillah terucap oleh ku begitu pun sahabat disamping kiri ku. Bagi nama yang disebut, wajahnya memerah dan mengeluarkan air mata, tanda kezuhudan seorang hamba, dan disaat itu aku dapat memberi senyum simpul ku untuk menyemangati beliau.

Paska pembacaan keputusan itu, kami berempat diikutkan dalam rapat tim formatur.  Disinilah kalimat alhamdulillah terhenti kuucap, tergantikan istigfar disertai air mata yang terus mengalir sepanjang rapat tersebut. bebrapa anggota tim formatur telah merapatkan terlebih dahulu, dan kemudian disampaikan hasilnya dalam rapat ini. Pundak ini seaakan kejatuhan gunung, bahkan mungkin lebih dari itu. Jamaah menempatkan ku ditempat yang tidak pernah aku ada didalamnya, tidak dimengerti sistem kerjanya, dan tidak memahami sejarah dan kondisi kekiniannya. Semakin tidak mampu menahan laju air mata ini ketika aku berusaha memvisualisasikannya pun aku tidak mampu. Gelap!.

Diri ini semakin yakin akan cara Allah swt mengkader hambaNya yang lemah ini. Tersadar sejak SMP, tidak terijinkan oleh Nya untuk hidup di zona nyaman. Namun, saat ini tanggungjawabnya semakin besar, salah sedikit akan dapat mendzolimi banyak orang. Teringat falsafah orang bugis saat hendak pergi melaut, “Tiba dulu sebelum berangkat” terus memacu diri ini untuk mendapatkan visualisasi dalam satu tahun kedepan. Walau sepanjang malam sudah dicoba dan  belum menghasilkan hasil tapi ku yakin suatu saat nanti akan ada tangan-tangan Allah swt yang melukis visualisasi tersebut.

5 thoughts on “Sesaat berucap Alhamdulillah,tak terhenti beristigfar

  1. INGAT akHii..!!!!
    CARA ALLAH MENGKADER SEORANG “QIYADAH” …
    PASTI!!!
    BERBEDA dengan SEORANG JUNDI
    ^-^
    _saya sudah menjadi Orang PERTAMA yang YAKIN tahun ini akan lebih baik akh
    ISHBIRNI wa AR-RUHUL jadid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s