Awal Cerita Kerja Praktek (KP)


“eh mau KP  dmn?”

“Aku mau di Che***n, tapi bingung juga, karena dapat tawaran di To**l”

“Klo aku di Per****na. Eh ada tawaran di Fre***rt tuh”

“Klo kamu mau KP dimana san?”

Percakapan diatas sering terjadi disekitar 4-5 bulan yang lalu. Menentukan tempat, dan mencari pasangan menjadi perbincangan hangat ketika itu. Saya pribadi tidak begitu tertarik dengan perbincangan tersebut terlebih bila pembahasan kearah industri dan perusahaan asing.

Kerja Praktek (KP) menurut saya sebagai upaya untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari ruang-ruang dan lab-lab di kampus. KP menjadi pemutus nyamannya mimpi mahasiswa yang hidup dalam dunia kampus, dan mengajak memahami dunia nyata. Dengan dasar itu, saya lebih memilih lokasi KP dimana saya dapat mengeksplorasi seluruh ilmu yang saya punya. Secara sederhana kalimat yang lebih banyak akan keluar ketika KP adalah “seharusnya seperti ini” bukan “oh, ternyata seperti ini”.

Penentuan Lokasi

Saya termasuk cukup selektif dalam memilih lokasi keja praktek. Untuk memenuhi keinginan saya yakni eksplorasi ilmu yang telah didapatkan, saya pun tidak ingin bila ilmu ini hanya dirasakan oleh saya pribadi. Syarat lokasi KP pun bertambah menjadi lokasi KP yang menginginkan saya bukan saya yang menginginkan lokasi KP tersebut. Dengan bertambahnya syarat tersebut, semakin hilang dari pikiran saya perusahaan dan industri terkemuka.

Pada suatu hari, salah satu dosen mencari saya yang kemudian kebetulan bertemu di depan lab jurusan lantai satu. Beliau menjelaskan secara singkat bahwa ada perusahaan daerah yang butuh anak TL disana, dan mengerti Epanet (software jaringan pipa). Info lebih lengkap saya dapatkan ketika saya menemui dosen tersebut di ruangannya, lokasi hingga permasalahan disana. Tanpa pikir panjang (karena memang sudah memenuhi syarat yang saya berikan) saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Proses pencarian pasangan, proposal, hingga diterima secara resmi melalui surat dari perusahaan daerah tersebut dilalui tanpa halangan yang berarti.

Keberangkatan

Berdasarkan proposal yang dibuat, jadwal KP dimulai dari tanggal 1 Juli 2011. H-2 hari mendapat kabar dari teman satu tim yang sudah dilokasi terlabih dahulu bahwa hari pertama KP ditunda menjadi hari Senin tanggal 4 Juli. Mengetahui kabar tersebut, saya menyambut dengan gembira. Pasalnya, masih banyak agenda-agenda yang perlu ditunaikan sebelum berangkat KP. Mulai dari syuro-syuro, koordinasi, hingga harus ke ke rumah saudara di Malang (ada titipan dari orangtua). Plotting jadwal pun saya lakukan untuk menghindari kelupaan dan ketidakdisiplinan waktu. Alhamdulillah agenda-agenda besar dan penting dapat ditunaikan walau akhirnya harus mengkonversi waktu istirahat ke waktu dalam perjalanan.

Agenda-agenda kampus  saya coba selesaikan hingga hariJum’at tanggal 1 Juli. Hari Sabtu, saya meluncur ke rumah saudara di Malang dan bermalam disana. Hari Minggu siang saya sudah kembali di Surabaya, dan baru mempersiapkan perlengkapan KP untuk keberangkatan nanti malam. Saya berangkat KP menggunakan fasilitas transportasi kereta api. Keberangkatan kereta dari stasiun pada pukul 22.30 dan waktu tiba ke lokasi tujuan pada pukul 05.30. Pada pukul 07.30 diri ini harus sudah ada di kantor. Hampir saja hari pertama KP gagal total hanya karena ketidaktahuan saya harus turun di stasiun apa. Saya tidak pernah terpikirkan bahwa stasiun di kota yang saya tuju memiliki lebih dari satu stasiun.

“Maaf pak, ini stasiun apa ya?”

“Ini Karang Asem mas.”

“Kalau stasiun Banyuwangi berapa lama lagi ya?”

“Lho, mas mau turun di stasiun mananya? Ini (Karang Asem) Banyuwangi, atau turun di stasiun Banyuwangi Baru?”

Seketika itu saya bingung dan mulai panik. Keberangkatan meninggalkan stasiun Karang Asem sudah diumumkan. HP tidak memiliki pulsa telepon, dan yakin bila sms teman saya yang sudah di Banyuwangi, kereta sudah berangkat sebelum sms itu dibalas. Tanpa keyakinan yang mantap, saya turun di stasiun Karang Asem, entah menjadi pilihan yang benar atau tidak. Sambil melihat kereta yang saya naiki meninggalkan stasiun, saya kirim sms ke teman saya, menanyai lokasi stasiun yang tepat.

Karang Asem ataukah Banyuwangi Baru?

2 thoughts on “Awal Cerita Kerja Praktek (KP)

  1. Wah KP,,,,klo jurusan teknik emang wajib KP ya,,,??? kalo di be2rapa jurusan MIPA ndak wajib soalnya….
    ni endingx gmn?? karang asem to banyuwangi baru???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s