Dinar untuk Kurban


Ini cerita ku di akhir tahun 2012. Sambil menunggu wisuda ku di bulan September 2012, aku menerima tawaran mengerjakan proyek dari teman ku. Cukup bingung diawal, karena aku sedang melakukan penjajakan juga dengan kerjaan di Satker PLP Jatim, namun akhirnya aku memutuskan untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Maklum, secara pribadi aku tidak menginginkan ada waktu yang terbuang tanpa aktivitas produktif. Aku dan teman ku mulai mengerjakan proyek ini. Kami difasilitasi ruangan,dan ATK umumnya. Kami pun melakukan survey ke lapangan untuk mengetahui persis kondisi proyek yang kami kerjakan. Diawal kami bekerja, tidak banyak hambatan, bahkan dapat dikatakan lancar. Aku pun merencanakan fee yang aku dapatkan ini sepenuhnya akan kubelikan hewan kurban. Impian yang belum pernah trwujud. Ya, kurban pertama ku dengan 100% dari hasil keringat ku sendiri. Hari-hari ku jalani dengan penuh semangat. Momen wisuda diakhir September menambah semangat ku berlipat-lipat. Hingga tak terasa sudah satu bulan aku dan teman ku ini bekerja.

Entah apa yang sebenarnya terjadi, proyek ini sulit kami kerjakan kembali. Mengapa? Data-data yang perlu kami followup-i dan kejelasan dari pihak yang mengajukan proyek tiba-tiba tidak dapat kami laksanakan. Akses kami terputus! Hingga akhirnya dapat kabar dari orang yang menghire kami bahwa proyek ini tidak dilanjutkan dikarenakan kurang baik atau jelasnya komunikasi disetiap stakeholder. Kami yang tidak terlalu mengerti masalah seperti itu hanya menerima nasib saja. Kami pun dengan polos menanyakan tentang gaji kami, karena saat kami menerima kabar ini sudah mulai bulan kedua kerja kami. Orang yang menghire kami pun hanya bisa bersimpati. Dia tidak dapat melakukan banyak hal dikarenakan bukan dirinyalah yang memiliki wewenang dalam keuangan proyek. Mimpi tentang hewan kurban pertama ku itu hampirlah lenyap. Untung saja tidak lama setelah wisuda, ditengah mengerjakan proyek ini, penjajakan ku dengan satker PLP Jatim berhasil. Aku mengajak pula teman satu proyek ini untuk bersama-sama pula di proyek satker PLP Jatim. Setidaknya kami masih punya pegangan setelah mengetahui proyek pertama yang kami kerjakan ini pupus. Harapan ini menjaga mimpi tentang hewan kurban ku tetap ada.

Setelah tidak mengerjakan proyek pertama, kami fokus untuk mengerjakan proyek dari satker PLP Jatim. Surat kontrak pun kami urus, walau terdapat beberapa kendala administrasi tapi proses ini berjalan lancar. Beberapa hari setelah itu, kami mendapat kabar bahwa system pembayarannya diakhir kontrak. Sontak aku kaget. Kali ini mimpi tentang hewan kurban itu benar-benar lenyap. Durasi kontrak ku 2,5 bulan. Itu artinya aku baru akan menerima pembayaran di pertengahan bulan Desember. Sedangkan Idul Adha jatuh di akhir bulan Oktober. Bagaimana caranya aku membeli hewan kurban? berhutang kah? Nanti ku ganti saat uang hasil proyek telah diterima. Aah, itu sama saja bukan dari uang ku sendiri. Kesal, sedih, dan marah terhadap keadaan bercampur jadi satu dalam diriku.

Desember 2012 fee proyek di Satker PLP ini masuk kedalam rekening ku. Tidak lama setelahnya proyek ini pun selesai. Tidak disangka pula Desember ini, akhir proyek ini, menjadi penutup episode hidup ku di Surabaya. Ya, aku menyambut tawaran kerja di Jakarta dari alumni. Mulai bekerja di Januari 2013. Impian membeli hewan kurban dari jeri payah sendiri aku nyalakan kembali. Aku teringat tentang hadits Nabi, bila tidak salah, yang inti isinya mengabarkan bahwa satu keping Dinar sama dengan satu ekor kambing. Syukur Alhamdulillah, tidak mau impian ini lenyap kembali, aku melaksanakan apa yang telah disampaikan dalam hadits tersebut. Kini, atas izin-Nya, aku memiliki satu keping Dinar, bahkan Dia lebihkan satu keping, untuk hewan kurban ku nanti.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s