20.3 untuk Al-Qur’an


Hai kawan…

Sebenarnya cukup malu menuliskan artikel ini. Baru diumur 20an ini baru berani bercita-cita dan berkomitmen (insyaAllah) untuk mengenal dan memahami lebih jauh tentang Al- Qur’an. Sebelumnya lebih banyak fokus pada tilawah daripada menghafal. Kini dibalik. Tulisan ini akan mencoba berbagi tentang bagaimana perjalanan saya (yang baru saja dimulai) dalam menghafal Al-Qur’an. Niatan menulis ini tidak lain untuk meningkatkan motivasi secara pribadi dan barangkali saja ada kawan yang entah dimana dapat mengambil manfaat dari sedikit perihal ini.

Okey, bermula dari ‘kompor’ ustad Yusuf Mansur. Program acara beliau yang ada di salah satu stasiun TV swasta benar-benar menyedot perhatian dan mengubah paradigam saya dalam menghafal Al-Qur’an. Ustad Yusuf Mansur memberikan motivasi menghafal Al-Qur’an hampir disetiap episode program tersebut. Dengan frekuensi tayang setiap hari, akhirnya masuk juga motivasi yang beliau sampaikan kepada diri saya. Terutama tips One Day One Ayat dari beliau. Terbakarlah hati untuk membuktikan dari segala motivasi, tips dan trik yang diberikan untuk menghafal Al-Qur’an. Benar-benar ‘kompor’ sejati!

One Day One Ayat memang susah-susah gampang. Tidak semudah yang dikira.  Tidak pula sesulit yang dibayangkan. Intinya hanya satu: Action. Ya, memang hanya dengan mencoba akhirnya kita bisa merasakan sulit dan mudahnya. Satu, dua, tiga ayat mulai dihafalkan dengan setiap hari satu ayat. Teruuuusss begitu. Sudah masuk puluhan hari, mulailah cobaan-cobaan itu hadir. Hafal satu ayat, lupa yang lainnya. Ingat satu bagian, terlupa bagian lainnya. Haha. Benar-benar sulit bagi saya saat itu mengumpulkan dan merangkainya jadi satu dalam hafalan yang baik. “Ada yang salah ini,” seru hati saya.

cover depan

cover depan

Adalah Allah yang Maha Pemberi Petunjuk. Syukur Alhamdulillah saya bertemu dengan buku ‘ Agar Orang Sibuk Bisa Menghafal Al-Qur’an’.  Buku karya Bahirul Amali Herry ini menyadarkan saya bahwa murajaah hafalan  perlu memiliki alokasi waktu tersendiri. Penulis buku ini pun memberi arahan tegas  untuk tidak beranjak  pada ayat selanjutnya apabila murajaah belum lancar. Lebih lanjut arahan penulis, yang membuat saya semakin yakin  akan pentingnya murajaah, adalah jadikan murajaah hafalan itu sama seperti membaca surah Al Fatihah. Sejak  saat itu, saya mulai menambah porsi murajaah. Mencoba lebih ‘bersabar’ dalam meningkatkan hafalan. Buku ini, selebihnya, memberikan referensi kepada saya dalam mengatur jadwal dalam menghafal Al-Qur’an. Bagi kawan yang kesulitan mengatur waktu untuk menghafal Al-Qur’an, sibuk dengan aktifitas dan rutinitas kerjanya, maka saya sangat menyarankan membaca buku karya Bahirul Amali Herry ini.

Dengan menggunakan filosofi Kaizen dan cara kerja otak kanan, saya mencoba membuat metode yang nyaman untuk saya gunakan dalam meningkatkan hafalan. Iseng saya namai metode 20.3 atau bahasa matematika lainnya 20+20+20. Artinya, untuk satu ayat Al-Qur’an berlaku: 20 kali sambil membaca ayat Al-Qur’annya, ditambah 20 kali membaca sambil melirik arti ayatnya, dan 20 kali tanpa melihat apa pun. Bismillah, hafal!

Sadar sesadar-sadarnya, saya bukan orang yang telah berjuz-juz hafal Al-Qur’an. Bukan pula yang telah berpuluh-puluh tahun menghafalkan Al-Qur’an. Saya hanya orang biasa yang sedang bersemangat dan berusaha berkomitmen dalam menghafal Al-Qur’an. Sebagaimana para penghafal Al-Qur’an, mereka menemukan metode nyamannya dalam menghafal, semoga dengan metode 20.3 ini mampu memfasilitasi peningkatan hafalan saya. Mari kita berdoa dan berusaha bersama untuk menjadi seorang hafidz/hafidzah. Suatu upaya untuk mengubah Indonesia menjadi sepenggal firdaus di muka bumi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s