Resolution: Back 23


Segala syukur bagi Allah atas kehendak-Nya masih memberikan kesempatan kepada saya untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak bekal dalam kehidupan akhirat kelak. Sungguh tidak ingin menjadi sia-sia sisa hidup ini. Menebar banyak kebaikkan dan memberi manfaat kesebanyak makhluk semoga dapat menjadi nafas dan teman dekat yang menghiasi hari-hari. Bukankah  Sang Nabi telah berpesan bahwa salah satu tanda kebaikkan keimanan seseorang adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat baginya? Semoga saya mampu menjawab dengan baik pesan Nabi tersebut.

Semoga Allah menurunkan limpahan rahmat berkali-kali lipat kepada para kerabat atas beragam bentuk doa yang mereka sampaikan kepada saya. Jadikan kami lebih dekat dengan Engkau Ya Rabb, dan sampaikanlah kami kepada bulan suci Mu, Bulan Ramadhan. Aamiin.

Di Hari Perdana dengan Angka 23

Ada banyak hal yang terpikirkan dalam benak saya, tema resolusi apa yang saya angkat untuk memanfaatkan momentum berkurangnya usia. Ini memang bukan sesuatu yang wajib, hanya ingin memanfaatkan peluang dalam memberbaiki diri saja. Menentukan tema resolusi ternyata cukup menyita waktu saya. Hingga baru diwaktu malam saya mampu memutuskannya.

Faktor yang berperan besar dalam penentuan tema resolusi adalah mengaktifkan dan meningkatkan networking serta relasi yang ada di Bogor dan sekitarnya. Sungguh sangat sederhana. Namun, bagi saya cukup penting dikarenakan sebagian besar networking dan relasi yang pernah dibangun telah hilang atau non-aktif selama empat tahun lamanya karena perantauan saya. Atas dasar itulah, pada malam hari itu juga saya mengumpulkan relasi yang terdapat di facebook dan memulai melakukan conversation dengan mereka.

Faktor lainnya yang berperan juga dalam penentuan tema resolusi adalah timbulnya hasrat untuk ‘menebus dosa’ karena tidak mampu berperan aktif dalam dakwah sekolah (SMA). Padahal dimasa SMA lah saya mulai sadar akan nikmatnya berislam, sadar akan indahnya berukhuwah, dan sadar akan tanggung jawab berdakwah. Oleh karenanya, conversation yang saya lakukan pada malam hari tersebut terfokus kepada kerabat yang memiliki perasaan serupa dengan saya di masa SMA nya.

Adalah berkontribusi dan berkarya dimana pun kita berada menjadi mind set yang saya bawa kepada para kerabat. Sejauh apa pun jaraknya, dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini segalanya terasa lebih dekat. Ingatlah saya akan petuah bapak Hermawan Kertajaya, pakar marketing dunia, bahwa dunia kini telah menjadi datar. Mind set  inilah yang saya coba tularkan kepada kerabat yang lain: Mengajak untuk turut serta berkontribusi dan berkarya sebagai bentuk kepedulian kepada perkembangan dakwah sekolah (SMA).

Mind set tersebut membuat conversation yang saya mulai tidak sekedar menanyakan kabar. Dirangkai sedemikian rupa untuk menggugah perasaan para kerabat. Menyadarkan, dan mengajak berkontribusi dan berkarya untuk perkembangan dakwah sekolah (SMA) mereka. Bagaimana caranya? Cukup dengan menghadirkan kembali memori indah selama dalam dekapan dakwah sekolah (SMA) melalui tulisan. Setiap orang pasti punya kesan tersendiri. Untuk para penerus, agar tidak lupa akan sejarah organisasi dakwahnya.

Ya Rabb semoga ikhtiar ini dapat memperoleh hasil yang baik serta ridho dari-Mu. Di angka 23 ini, atas ijin-Mu, saya kembali ke SMAN 3 Bogor. Back 23 (baca: Back To Three).🙂

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s